Liputan Seputar Kriminal

3 Pria Pengedar 172 Kg Barang Berbahaya Jenis Mercury Di Amankan Resmob Bitung

BITUNG – persbhayangkara.id SULAWESI UTARA

Kepolisian Resor (Polres) Bitung berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pengedaran barang berbahaya jenis mercury (air perak) di area dermaga feri pada Sabtu, 07/11/2020 yang dipimpin AIPTU Jack Papente Katim Resmob.

Kapolres Bitung melalui kasat reskrim AKP Frelly Sumampouw S.E meyampaikan bahwa Berdasarkan informasi yang di terima ada sejumlah orang memiliki barang berbahaya jenis mercury (air perak) yang dibawah dari Dusun Wayasel kecamatan Lehitubarat Maluku Selatan menuju kota Bitung dengan menggunakan perahu warna kuning. Kemudian Team Resmob Polres Bitung melakukan Survailance disekitar pelabuhan Feri di temukan perahu yang di curigai.

Selanjutnya Tim Resmob melakukan interogasi terhadap orang-orang yang di curigai tersebut dan mereka mengakui bahwa barang berbahaya jenis mercury (air perak) mereka sembunyikan didalam tanah (di tanam) dengan cara ditambun dipantai Pulau Dua lembeh.

Mendengar pernyataan tersebut Kasat reskrim dan team resmob membawah ketiga terduga pemilik barang tersebut dengan menggunakan perahu menuju pantai pulau dua, sekitar pukul 20.30 wita didapati ada dua orang lelaki setelah ditanya bernama La Ali dan Arianto Ode yang tak lain merupakan pemilik perahu disewa oleh ketiga lelaki dengan bayaran Rp 20.000.000.

Setelah dilakukan pemeriksaan, didapati tempat penyimpanan barang berbahaya tersebut yang berjumlah delapan karung kemasan kecil dengan berat keseluruhan 172 kg.

Menurut pengakuan dari mereka bertiga bahwa masing-masing mereka hanya memiliki 10 kg, sisanya yag berjumlah 142 kg adalah milik orang lain dititip kepada mereka bertiga untuk mereka edarkan/jual dengan perjanjian mereka mendapatkan pembagian Rp 7.500.000 setiap 1 kali pengiriman.

Ketiga pelaku tersebut yakni L alias luk (23), IK alias Irfan (25), CL alias Culen (25) dan dua saksi yakni LA alias La Ali (59), Arianto Ode (22).

Adapun barang bukti yang diamankan, 8 (delapan) karung kemasan kecil dengan berat 172 kg, 1 (satu) unit perahu, 2 (dua) unit mesin tempel 15 pk.

Dan atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 161 UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
(Jorry/94)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top