Liputan Berita Politik,Hukum dan Keamanan

SEBANYAK 250 PERSONEL GABUNGAN DI TURUNKAN RAZIA MASKER DI PANGANDARAN

CIAMIS – persbhayangkara.id JAWA BARAT

Memasuki akhir pekan, ratusan personel gabungan disiagakan di wilayah objek wisata Pantai Pangandaran Jawa Barat. Ini dilakukan untuk memberikan edukasi dan pengawasan pendisiplinan adaptasi kebiasaan baru guna mencegah pencegahan Covid-19.

Sebelum melaksanakan sosialisasi edukasi dan razia masker, sebanyak 250 personel gabungan melaksanakan Apel Persiapan. Apel tersebut digelar di depan Pondok Seni, Jalan Pantai Barat Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (29 Agustus 2020).

Bertindak selaku pimpinan Apel, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat, Dani Ramdan. Sementara Ratusan personel gabungan peserta Apel sendiri terdiri dari anggota Jajaran Koramil Kabupaten Pangandaran, Anggota Pos AL Pangandaran, Sat Pol Air Polres Ciamis, BKO Polres Ciamis, Polsek jajaran Kabupaten Pangandaran, Satpol PP Kabupaten Pangandaran, Dishub Kabupaten Pangandaran, Dinas Pariwisata, Satgas Jaga Lembur, Pemadam kebakaran Pangandaran dan BPBD Pangandaran.

Selain itu, turut hadir dalam pelaksanaan Apel, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi, SH., M.M., beserta Kapolsek Jajaran Kabupaten Pangandaran, Danramil 1320/Pangandaran, Mayor Inf Ikeu Masrika beserta Danramil di Jajaran Kabupaten Pangandaran.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jabar, Dani Ramdan menyampaikan, Pangandaran merupakan Destinasi wisata unggulan di Jawa Barat yang memerlukan prioritas dalam pendisiplinan dimasa AKB. Tentunya semua sangat paham dengan 3 M sebagai kunci AKB.

Sebab, lanjut Dani, angka angka penularan Covid-19 kembali meningkat di seluruh Indonesia termasuk diantaranya Provinsi Jabar. Tentunya Pangandaran didalamnya, disisi lain perekonomian harus pulih.

“Untuk itu kegiatan yang dilaksanakan masyarakat harus memenuhi protokol kesehatan salah satunya penggunaan masker.
Menurut kajian, efek dari disiplin menggunakan masker itu merupakan karantina diri untuk terhindar dari covid 19 dan kelebihan menggunakan masker kegiatan diluar rumah tetap berjalan sehingga ekonomi terap berjalan,” katanya.

Yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan Covid-19, kata Dani, diri sendiri sebagai petugas jadilah teladan dalam penggunaan masker dengan benar. “Jaga keselamatan diri kita sendiri dan kita harus perhatikan dari aspek itu,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengatakan, pantauan untuk daerah wisata di sejumlah daerah di Jabar dan yang paling ramai adalah di Pangandaran. Disatu sisi perekonomian mulai menggeliat, upaya penutupan objek wisata di Kabupaten Pangandaran selama empat bulan, dan kembalinya dibuka wisata di Pangandaran kini mulai terbayar.

“Kita perlu perhatikan adalah penyebaran Covid-19, tentu kita harus edukasi masyarakat dan mau tidak mau harus memaksakan kepada masyarakat dalam penggunaan masker,” tegasnya.

Evaluasi secara pribadi, Bupati menghngkapkan, penggunaan masker sangat baik diatas 90 persen. Ini akan terus di evaluasi tiap minggu.

“Kita juga lakukan pengambilan sampel untuk di Swab tes. Baik dari pedagang, pelaku usaha wisata atau yang lainnya, agar kita dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19,” tandasnya. (Deded.Skr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top