Liputan Berita Politik,Hukum dan Keamanan

Bukti Keseriusan Maju Pilkada, Kadek Doni Riana Konsultasi ke KPU Buleleng

BULELENG – persbhayangkara.id BALI

Kendatipun tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buleleng pada Tahun 2022 belum bisa ditentukan secara pasti. Namun demikian, apabila dilaksanakan pada Tahun 2022, maka tahapan Pilkadanya akan dimulai pada Tahun 2021 mendatang.

Berbicara helatan Pilkada Buleleng saat ini, sudah barang tentu dianggap terlalu dini atau premature, terlebih adanya pandemi covid-19. Hal ini, sudah barang tentu akan memunculkan penilaian yang pro dan kontra.
Namun demikian alangkah baiknya, masyarakat sejak dini sudah mengetahui dan mempersiapkan, siapa calon kepala daerahnya. Bila hal ini terjadi sudah barang tentu akan lahir kepala daerah atas kehendak masyarakat secara demokrasi. Dan bukannya memilih calon secara instan dengan jeratan iming-iming dana atau hal lainnya.

Tidak bisa dipungkiri juga, para partai yang nantinya mengusung pasangan calon sudah mulai mempersiapkan kader maupun non kader untuk bisa dipercayà menjadi kepala daerah. Begitu juga bagi mereka yang ingin maju melalui jalur independen, sudah mulai mempersiapkan dirinya sembari menunggu syarat dan ketentuan calon independen pada Pilkada Buleleng Tahun 2022, yang hingga kini belum bisa ditentukan secara pasti. Misalnya syarat minimal dukungan calon belum bisa ditentukan karena DPT belum diketahui.

Netralitas penyelenggara sangat dan amat diharapkan dari para calon partai maupun non partai (independen), seperti yang ditegaskan Kadek Doni Riana,SH,MH yang akrab disapa KDR ini. Ia menyempatkan diri untuk datang bersilaturahmi dan berkonsultasi ke Sekretariat KPU Buleleng terkait penyelenggaraan Pilkada Buleleng mendatang. Dan mengharapkan KPU Buleleng sebagai penyelenggara pemilu bisa bersikap netral terhadap peserta pemilu.
Kehadiran KDR ke KPU Buleleng minggu lalu itu, merupakan bukti keseriusannya dalam rangka menjadi calon perseorangan di Pilkada Buleleng mendatang. Kedatangannya itu, guna bertatap muka dan sekaligus berkonsultasi kepada Ketua KPU Buleleng dan komisioner KPU lainnya.

Dalam pertemuan itu, KDR mengungkapkan keinginannya untuk maju dalam Pilkada mendatang, yang tentunya bagaimana aturan maupun prosedur tata caranya untuk menjadi calon independen. Hal ini dimohon petunjuk dari sisi KPU atau regulasi aturan kedepannya. “Jadi dalam hal ini, saya di respon dengan baik oleh KPU Buleleng. Dan saya juga menekankan untuk kedepannya nanti, KPU lebih mengedepankan netralitas. Guna menjaga situasi, dimana tetap menegakkan aturan dalam pelaksanaan sebagai penyelenggara Pilkada Buleleng, yang diprediksi penyelenggaraannya Tahun 2022 mendatang.” ucap KDR.

Lebih lanjut dikatakan KPU meminta bagi orang yang ingin maju Pilkada melalui jalur independen untuk sementara saat ini, tetap memakai pedoman regulasi di Pilkada saat ini. Dan seiring berjalannya waktu, tentunya nanti disesuaikan dengan perubahan regulasi aturan Pilkada. “Hal ini, nantinya akan di informasikan kepada pihak-pihak yang memang berkepentingan untuk menjadi calon pada masyarakat luas. Dan tentunya juga tetap melakukan komunikasi secara langsung atau juga bisa melalui website KPU.” ucap KDR.

Jadi disini KDR melihat bahwa calon perseorangan itu membutuhkan komitmen yang kuat bahwa Pilkada kali ini, masyarakat yang melahirkan pemimpin, dan bukan pemimpin lahir begitu saja. “Saya menyimak bahwa orang buleleng itu memang posisinya adalah masyarakat yang dinamis, menginginkan sebuah perubahan,” pungkas Kadek Doni Riana atau KDR ini.

Terhadap sikap netral penyelenggara Pilkada, pihak KPU memastikan bahwa sebagai penyelenggara pemilu pasti akan bersikap netral, guna menjaga kode etik penyelenggara. Dan juga tentunya bekerja sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dimana yang selalu diawasi oleh badan pengawas yaitu Bawaslu dan DKPP. (GS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top