Kronik polri

Kapolsek Kupang Timur Bersama Camat Kupang Timur Meninjau Lokasi Tanah Sengketa di Kelurahan Babau

KUPANG – persbhayangkara.id NTT

Kapolsek Kupang Timur IPTU Victor H Saputra S.Pi,M.Si Bersama PLT Camat Kupang Timur Selvi I Dami SH.M.Hum peninjauan atau pemeriksaan tanah yang di sengketakan oleh masyarakat desa Oefafi dan masyarakat Lifubatu. Bertempat di RT 33/RW 12 Lifubatu Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang-NTT, Jumat (10/07/2020) pagi pukul 11.00 wita.

Kapolsek Kupang Timur Victor H Saputra S.Pi M.Si melalui Kasi Humas Polsek Kupang Timur Bripka Winfrid Edison Pian menjelaskan,adapun batas-batas tanah yang di sengketakan tersebut yaitu sebelah Utara berbatasan pemilik tanah atas nama Eli Kapitan,sebelah barat berbatasan dengan pemilik tanah atas nama Sandro Neno,sebelah Timur berbatasan dengan sungai atau kali Oesao dan sebelah selatan berbatasan dengan tanah milik desa Oefafi kurang lebih 1000 meter persegi, ukuran dan luas tanah yang di sengketakan kurang lebih 1000 meter persegi,” Kata Winfrid Edison Pian.

Kapolsek Kupang Timur IPTU Victor H Saputra mengatakan bahwa dalam sengketa tanah kita bisa duduk bersama untuk mencari solusi terbaik yaitu kesepakatan dari kedua belah pihak dan jangan sampai kita main hakim sendiri sehingga menimbulkan permasalahan baru yang tentunya akan merugikan diri kita sendiri,” tegas Kapolsek Kupang Timur.

Ia menambahkan, sebenarnya dari awal kita ini adalah saudara dan tetap harus di pertahankan persaudaraan tersebut jangan sampai karena persoalan tanah rasa persaudaraan kita jadi hilang,” pesan nya.

Jika batas tanah ini sudah jelas selanjutnya agar dapat di manfaatkan untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga walaupun di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini dalam New Normal kita tingkatkan produktivitas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan selalu menjaga Kamtibmas tetap kondusif,” ungkap Victor.

Kapolsek Kupang Timur katanya lagi di dalam peninjauan lokasi tanah sengketa tersebut ,tokoh masyarakat Lifubatu Kelurahan Babau agar dapat menahan diri, jangan terpancing emosi, apabila ada kegiatan di atas lokasi tanah tersebut dari warga desa Oefafi agar segera melaporkan kepada pihak pemerintahan Kecamatan Kupang Timur atau kepada pihak Polsek Kupang Timur,” harap Mantan Ajudan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak ini.

Salah satu tokoh masyarakat Lifubatu Kelurahan Babau Marthen Suduk menjelaskan bahwa luas lahan kosong yang membatasi antara desa Oefafi dan Kelurahan Babau kurang lebih seluas 2000 meter persegi , sehingga warga desa Oefafi mendapatkan kurang lebih 1000 meter persegi dan kelurahan Babau khusus nya wilayah Lifubatu mendapatkan 1000 meter persegi dari luas tanah tersebut dan dalam lokasi tanah tersebut adapun kuburan milik warga Lifubatu yang sudah lama meninggal yang di makamkan di atas tanah atau lahan kering yang di sengketakan saat ini,” kata Marthen Suduk.

Turut hadir dalam giat tersebut ,PLT Camat Kupang Timur Selvy I Dami SH,M.Hum,Kapolsek Kupang Timur IPTU Victor H Saputra S.Pi,M
Si,Wakapolsek Kupang Timur IPDA Simon Lado,Kanit Binmas Sek Kupang Timur Aiptu Max Fay SH,Babulbaket Sek Kupang Timur Bripka Willy Mbura,Babinsa Desa Oefafi Sertu Gil Fernandes,Kasi Trantib Kecamatan Kupang Timur Bram Kehi,Bhabinkamtibmas Desa Oefafi Bripka Sirman,Tokoh masyarakat Chris Kiuk,Marthen Suduk,Sam Y Kiuk,Arnoldus Kapitan,Yermias Batuk,Nikolas Seran dan Ibrahim Batuk.

Selama kegiatan peninjauan berlangsung , situasi terpantau aman terkendali.

(Yustaf Siki/Humas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top