Kronik polri

Kapolres Bojonegoro : Mengajak Bersama-sama Menjaga Kamtibmas dan Jadilah Polisi Bagi Diri Sendiri

BOJONEGORO – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan, SIK, MH melaksanakan kunjung kerja dalam rangka kesiapan Kampung Tangguh Semeru di Desa Nganti Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, Kamis (09/07/2020) pukul 10.00 WIB.

Dalam kunjungan kerja kesiapan Kampung Tangguh Semeru, Kapolres Bojonegoro didamping Kabag Ops Polres Bojonegoro, Kompol Eko Dhani Rinawan. Kunjungan kerja tersebut bertempat di balai Desa Nganti Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro diterima oleh jajaran Forkopimca Ngraho dan Kepala Desa Nganti beserta perangkat Desa Nganti.

Dalam sambutan Kapolres Bojonegoro menyampaikan ucapan terima kasih kepada Desa Nganti yang sudah siap dalam penanganan Covid-19. Kampung Tangguh Semeru ini merupakan kolaborasi Tiga Pilar Plus yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kades dan elemen masyarakat serta relawan. Jadi semua kegiatan yang berhubungan dengan Covid-19 dikerjakan secara bergotong royong demi kebaikkan bersama.

Masih dalam sambutan Kapolres, menyampaikan tim gugus tugas penanganan dan penanggulangan Covid-19 juga bisa menangani konflik sosial dan Harkamtibmas yang ada di desa. Untuk saat ini trend kejahatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro yakni curanmor, jambret, narkoba, pekelahian dan radikalisme.

Untuk kasus curanmor, Polres Bojonegoro sudah mengamankan tersangka dan puluhan barang bukti sepeda motor termasuk pelaku jambret, narkoba dan perkelahian sudah kita lakukan penyidikan dan penahanan.
“Tolong, Tiga Pilar Plus yang ada di Desa Nganti untuk disampaikan kepada masyarakat jangan sekali-kali meninggalkan sepeda motor dengan kunci kontak masih menempel, yang kita ungkap kasus curanmor atas pengakuan tersangka mengambil sepeda motor dengan kunci kontak masih menempel.

Untuk kasus jambret ini rata-rata korbannya adalah wanita, dengan membawa tas di cangklong kemudian di tarik atau di taruh laci depan sepeda motor,” tandas AKBP M. Budi Hendrawan.
Kapolres juga menyampaikan untuk kasus perkelahian yang ada di Kabupaten Bojonegoro tidak ada penangguhan atau tidak ada toleransi bagi pelaku perkelahian, sejak awal sudah ada kesepakatan tetap dilakukan penyidikan hingga penahanan.

Semua perguruan silat mengajarkan budi pekerti yang baik, ajaran yang baik dan sopan santun kepada semua orang. Jangan gara-gara cewek, bleyer-bleyer motor atau saling lihat atau pandang terus bawa-bawa perguruan. Sekali lagi semua perguruan silat mengajarkan yang baik.
“Untuk pelaku perkelahian tidak ada toleransi atau penangguhan. Tetap lanjut,” ucap Kapolres.

Sedangkan untuk paham radikalisme, Kapolres Bojonegoro berharap kepada Tiga Pilar Plus untuk selalu mengawasi setiap adanya pendatang di desa. Masyarakat tidak mudah percaya isu-isu atau ajakan dari seseorang ataupun kelompok radikal yang ingin mencuci pemikiran dan pemahaman aliran tentang jihad dan ajakan untuk melakukan aksi teror.

Apa bila ada seseorang atau pendatang dengan menutup diri, tidak pernah bergaul dengan tetangga maka patut dicurigai dan segera melaporkan ke Bhabinkamtibmas, Babinsa atau Kades untuk segera ditindak lanjuti.

Di akhir sambutan, Kapolres Bojonegoro menghimbau kepada masyarakat Desa Nganti Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, mari bersama-sama untuk menjaga Kamtibmas tetap aman, damai dan kondusif. Saling mengingatkan, bekerja sama dalam hal yang positif dan tidak kalah pentingnya jangan lengah dan jadilah Polisi bagi diri sendiri.

Kemudian dilanjutkan sambutan dan paparan Kampung Tangguh Semeru Desa Nganti oleh Kades Nganti selaku Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Desa Nganti Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro. (Zulkarnaen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top