Liputan Lintas Nasional

Disebut Kurang Profesional, Kontraktor Muba: “Jangan Asal Omong!”

MUSI BANYUASIN – persbhayangkara.id SUMATERA SELATAN

Menanggapi pernyataan Sekda Muba-Drs.H.Apriyadi, MSi, yang mengatakan bahwa kontraktor kurang profesional. Sekumpulan kontraktor Muba yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jasa Konstruksi (FMJK), Kamis, 04Juni 2020, di Sekayu, menyatakan sangat keberatan, dan mereka meminta Apriyadi jangan asal omong!

Seperti diketahui bersama, beberapa hari lalu salah satu media online, dalam terbitannya menulis berita dengan judul: “SEKDA MUBA: BANJIR AKIBAT KONTRAKTOR KURANG PROFESIONAL”.

Pernyataan itu diutarakan oleh Apriyadi, setelah mengetahui penyebab genangan air yang terjadi setiap selesai hujan deras, yang menggenangi halaman bahkan sampai memasuki kantor ATR/BPN, Kodim 0401, Kejari, dan DP3A Kabupaten Muba.

Guna mengatasi genangan air setiap selesai hujan deras tersebut, Pemkab Muba membongkar sebagian jalan aspal di depan kantor Kejari, untuk membuat gorong-gorong agar dapat mengalirkan air ke tempat yg lebih rendah yaitu ke sawah.

Dalam proses pembongkaran itu, diketahui ada susunan batu bata serta timbunan tanah di selokan di bawah trotoar, diduga susunan batu bata ini untuk menyangga trotoar sewaktu pembuatan pedestrian dulu.

Dalam berita tersebut Apriyadi mengatakan bahwa ini akibat kelalaian kontraktor, kontraktornya kurang profesional.

Atas pernyataan Apriyadi tersebut, sekumpulan kontraktor di Sekayu yang terhimpun dalam wadah FMJK, merasa sangat keberatan. Ketua FMJK Andip Apriansyah, mengatakan:

“Kami para Kontraktor di Muba ini semuanya profesional, tidak ada yang tidak profesional, karena kami sudah mengantongi Sertifikasi sebagai kontraktor”.

“Kalau mau menyalahkan, salahkan Perencana, Pengawas, atau PPTK- pada Dinas Pekerjaan Umum. Apakah sudah dibuat kajian dengan seksama, diukur tingkat elevasinya, debit airnya, sudah koordinasi dengan pemilik sawah atau belum. Demikian juga Pengawas, apa sih kerjanya Pengawas dari OPD?!” Cetusnya

“Contoh Pembuatan Box Culpert di depan Kejari, yg dikerjakan oleh Dinas, ternyata menyebabkan bocornya pipa gas, akibatnya masyarakat tidak bisa memasak. Di sini kami juga mau mempertanyakan, Apakah itu melalui Lelang, Swakelola, atau Dana Stand-by. Seharusnya dipasang papan merek disana, tapi saya lihat tidak ada,” imbuhnya.

Sementara itu Joni, salah satu anggota FMJK menambahkan:

“Kalau Sekda ingin kontraktor Muba profesional, beritahu OPD terkait agar birokrasi jangan berbelit-belit, proses administrasi jangan terlalu panjang, jangan pakai embel-embel atau pelicin, dengan begitu kinerja kami bisa maksimal. Jangan asal omong!” Tutupnya. (Alamsyah/ril)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top