LAMPUNG TIMUR – persbhayangkara.id LAMPUNG
13/12/2019
Lagi lagi SPBU simpang pugung desa gunung sugih besar kecamatan sekampung udik kabupaten Lampung timur, banyaknya pengecor ilegal yang kerjasama dengan pengurus SPBU untuk meraih keuntungan di luar dari upah.
Menurut keterangan warga armada datang pada malam hari untuk mengisi tangki yang ada di SPBU tersebut, mobil motor siluman langsung berduyun duyun ke area SPBU, Awak media sempet bertanya kepada IS nama samaran.
IS mengatakan “mereka membeli bahan bakar permium dengan harga Rp. 6500.00 di kenakan cas Rp 200/liter dari pihak SPBU kemudian akan di jual ke pengecer Rp7600.00 untuk pengecer akan jual lagi Rp 9000.
Lanjutnya, apabila pembeli umum untuk satu Tangki motor di kena kan cas Rp 6000/ motor.
Sambung IS kalo mobil yang sudah pakai Tangki modifan, itu ada ketentuan lebih mahal, belum lagi tarip cas nya, semua ini sudah di tentukan oleh pengurus SPBU.
Menurut warga sekitar bahan bakar premiun sangat susah di dapat di pom bensin (SPBU) di pagi hari kerena pengecor tersebut di lakukan pada malam hari, yang di keluhkan warga anak sekolah bahan bakar premiun sangat mahal lalu beli di agen agen sekitar dan ada aneh nya ungkap warga yang di sekitar area SPBU sangat banyak agen bahan bakar premium dan Solar, bahkan di Di SPBU sampai kosong.
Warga meminta kepada pihak penegak hukum agar menertibkan dan memberhentikan kegiatan yang sangat merugikan masarakat ini, kerena bahan bakar bersubsidi sudah ada ketentuannya dalam undang undang nya tentang migas no 22 tahun 2001.
Sampai berita ini diterbitkan, kegiatan tersebut masih ada, masyarakat meminta Kapolda Lampung, Kapolres Lampung timur disperindag Lampung supaya mengambil tindakan tegas dalam hal ini, kerena yang sangat dirugikan masarakat yang membutuh kan bahan bakar standar dari harga pemerintah dan tidak akan lagi bisa di dapat karena habis di beli pihak penampung BBM tersebut, pom bensin hanya bertahan 3 jam lama nya SPBU simpang empat (perempatan) gunung sugih besar sebegitu bensin datang lama nya hanya tiga jam langsung abis di buru para pengecor lokal dari sekitar areal SPBU, lebih aneh nya lagi di sekitar pertamina tersebut banyak pertamini nya berdiri seolah – olah bersaing dengan pihak pengelola Pertamina.
H. Arasid