Liputan Seputar Layanan Publik

Masyarakat Aru Mengaku Dirugikan oleh Pihak PLN

KEPULAUAN ARU – persbhayangkara.id MALUKU

Masyarakat Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku akhir-akhir ini sangat diresahkan oleh PT Perusahan Listrik Negara (PLN) Ranting Dobo.

Pasalnya pemadaman listrik dalam satu hari terbilang unik. Dalam satu hari listrik padam mulai pukul 06.00 WIT hingga pukul 17.00 WIT baru menyala hanya berkisar 3-5 menit, kemudian padam hingga berjam-jam baru menyala.

Pemdaman listrik berulang -ulang menimbulkan banyak kerugian di kalangan masyarakat, mulai dari terhambatnya aktifitas warga di malam hari, termasuk para pelajar yang hendak belajar di rumah, sampai pada kerusakan barang-barang elektronik seperti komputer, kulkas, televisi, rice cooker, dan lain-lain.

“Kami ini orang kecil, mungkin harga barang-barang elektronik bagi mereka yang memiliki jabatan maupun pengusaha kaya tidak seberapa. Namun bagi kami orang miskin sangat susah bahkan untuk memperbaiki kerusakannya, apalagi mengganti yang baru,”ungkap sejumlah warga setempat kepada Pers Bhayangkara, Sabtu (14/12).

Lanjut mereka, bukan hanya itu, kebakaran yang terjadi sabtu subuh kemarin di lingkunga Sipur Pantai diduga diakibatkan oleh pemadaman listrik berulang-ulang. Hal ini mengakibatkan kerusakan pada barang elektronik warga dan memicu terjadinya hubungan pendek arus listrik.

“Ini dugaan kami orang kecil karena setiap kejadian kebakaran, petugas PLN datang untuk survei lokasi kebakaran. Mereka mengatakan kalau penyebab kebakaran itu adalah konsleting listrik. Tapi yang buat emosi, masa petugasnya bilang kalau listrik padam, meteran listrik harus dimatikan. Kalau sudah hidup baru dihidupkan lagi meterannya. Sementara dalam sehari, listrik padam sampai 4 kali dalam 20 menit,” kesal mereka.

Mereka meminta kepada pemerintah daerah agar lebih berpihak kepada warga dan berharap agar keadaan yang merugikan ini dapat segera diatasi untuk menghilangkan imets buruk terhadap pemerintahan saat ini.

Sementara Kepala PLN, Niko Lewaherila yang dikonfermasi Pers Bhayangkata melalui telepon selulernya malam sabtu malam, (13/12) Pukul 21.00 WIT mengatakan, tadi kami rencana pemadaman sampai jam 17.00 WIT, namun sebelum jam itu lampu sudah menyala.

Dia mengakui, ketika mesin operasi ternyata ada hanting. Namun beberapa spekpart yang rusak segera diatasi dan lampu bisa menyala lagi. Dia juga memastikan untuk kedepan tidak ada pemadaman lagi.

“Memang tadi mulai pukul 06.00 WIT listrik padam hingga pukul 04.30 WIT baru nyala. Saat mesin beroperasi ternyata ada hanting. Namun spekpart yang rusak segera kami perbaiki dan saya pastikan kedepan tidak akan ada pemadaman lagi”ungkapnya.

Disinggung terkait kerusakan barang elektronik masyarakat akibat pemadaman listrik siapa yang bertanggung jawab, kata dia kalau kami pihak PLN tidak tau. “Nanati saya hubungi pihak PLN pusat,”ungkapnya

Pewarta: Nus Yerusa

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Paling Populer dalam 30 hari

To Top