Liputan Berita Politik,Hukum dan Keamanan

Unjuk Rasa di UPP Kelas III Dobo

KEPULAUAN ARU – persbhayangkara.id MALUKU

Perlakuan kurang menyenangkan yang dilakukan oknum pegawai UPP Kelas III Dobo terhadap oknum pejabat di Aru berinsiyal MS, membuat DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kepulauan Aru melakukan aksi unjuk rasa, Senin (15/7).

Di Halaman Kantor UPP Kelas III Dobo, pukul 10.50 WIT, belasan orang yang dikordinir N.D Sintimir dan Senen Goulap menggelar aksi unjuk rasa.

Ada tujuh tuntutan yang disampaikan kepada pihak UPP Kelas III Dobo. Tetapi yang paling utama mereka menuntut dengan hormat kepada Kepala Syahbandar Dobo untuk melakukan pembinaan terhadap para oknum pegawai yang mana nama-namanya telah disampaiakan kepada Polres Kepulauan Aru untuk diproses hukum karena telah melakukan
perbuatan tidak menyenangkan terhadap salah satu pejabat daerah.

Selain tujuh tuntutan yang mereka sampaikan secara tertulis kepada pihak UPP Kelas III Dobo, ada sejumlah pamflet yang dipaj ang bertuliskan berbagai kritikan pedis.

Plh Kepala UPP Kelas III Dobo, Zis Maning dalam menanggapi tuntutan GMNI mengatakan, semua pernyataaan sikap dari pendemo menjadi masukan yang baik bagi kami pihak syahbandar Dobo.
Dan khusus untuk oknum syahbandar yang melakukan tindakan semena-mena akan kami tegur untuk diperbaiki.

Keterangan dari sumber terpercaya di Kantor UPP Kelas III Dobo usai unjuk rasa mengaku, aksi demo yang digelar GMNI dipicu rasa ketidakpuasan mereka terhadap perkataan oknum petugas syahbandar terhadap MS saat KM Ngapulu sandar di pelabuhan Yos Sudarso Dobo, Kamis ( 1 1/7).

Saat itu MS memaksa masuk ke pelabuhan tetapi para petugas mengarahkan untuk tidak boleh masuk karena para petugas sementara disibukan dengan keberangkatan rombongan Majelis Jemaat GPM Dobo yang hendak melakukan wisata rohani di Toraja.

Tapi MS memaksa masuk dengan dalil dia adalah panitia dari rombongan Majelis Jemaat yang hendak berangkat ke Toraja. Kendati begitu, petugas enggan memberikan ijin masuk karena MS saat itu tidak menggunakan atribut panitia.

Karena petugas tidak memberikan ijin masuk, MS lalu mengeluarkan kata kotor kepada petugas yang berjaga di sana sebanyak tiga kali sehingga salah satu petugas sempat menegur.

Merasa tidak terima teguran itu membuat MS naik pitam dan mendorong-dorong pintu pagar pelabuhan serta mengaku saya seorang pejabat daerah.

“Kesal dengan tingkah MS, oknum pegawai syahbandar yang berjaga disana emosi dan megeluarkan kata Pejabat Bodok.” ungkapnya.

(NYS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top